Senin, 28 November 2016

Cek Kepesertaan anggota BPJS Kesehatan

Sejauh ini tentu masih banyak diantara peserta BPJS yang masih awam bagaimana caranya untuk mengecek 
data pembayaran iuran BPJS atau data Kepesertaan BPJS yang telah dimilikinya,

untuk melakukan pengecekan kepesertaan dapat klik link berikut ini

https://daftar.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs-checking/

Rabu, 23 November 2016

Pengingat yang Melapangkan Hati Pengusaha Muda. Biar Tetap Semangat Walau Usaha Belum Berjalan Sesuai Rencana

Menjadi pengusaha memang susah-susah gampang. Ketika memilih jalan menjadi seorang pengusaha kamu memiliki kebebasan atas waktumu sendiri. Bahkan, tak ada lagi aturan dari atasan yang harus dipenuhi. Namun, kamu juga harus bermental baja dan menyiapkan semangat yang tak ada habisnya karena terkadang kenyataan tak sesuai dengan rencana.

Apakah sekarang ini usahamu sedang jalan di tempat dan tak mengalami kemajuan berarti? Tak perlu cemas, lakoni saja 8 cara ini..

1. Lebih baik gagal di percobaan pertama. Kamu toh masih muda, gagal sekarang lebih baik daripada nanti saat sudah berkeluarga.

Menekuni dunia usaha di usia muda sebenarnya mendatangkan banyak keuntungan untukmu. Tak mengapa jika kamu sering gagal dalam menjalani bisnismu ini. Yakini saja bahwa justru ini adalah kesempatanmu belajar di usia muda. Toh, kamu masih lajang dan belum memiliki tanggungan. Masih ada banyak waktu yang tersedia untukmu. Lebih baik kamu gagal sekarang daripada nanti setelah memiliki keluarga.

2. Produk maupun jasa yang kamu tawarkan itu bukan untuk semua orang. Jika beberapa orang menolaknya, yakini saja bahwa kamu hanya belum menemukan orang yang tepat.

Tentunya usaha yang kamu tekuni ini memiliki jenis produk atau jasa yang ditawarkan demi bisa menjadi sumber pendapatan. Namun tentu saja tak lantas semua orang akan tertarik begitu saja. Tak jarang ada orang yang menolak bahkan enggan untuk membeli atau menggunakan jasamu.
Jika memang sekarang kondisi ini yang kamu hadapi, yakinkan dirimu semuanya akan baik-baik saja. Kamu tidak gagal. Hanya saja kamu memang belum menemukan orang yang tepat yang tertarik akan produk maupun jasa yang kamu tawarkan. Berbekal ketekunan dan semangat pantang menyerah kamu akan segera menemukan konsumen yang tepat. Percayalah, segalanya butuh proses, begitu juga penerimaan pasar terhadap jenis usahamu.

3. Perluas sudut pandang yang kamu punya. Posisikan diri sebagai konsumen, dengan begini kamu jadi makin tahu apa yang sebenarnya mereka inginkan.

Apabila sekarang ini usaha yang kamu geluti sedang jalan di tempat, mungkin memang kamu harus memperluas sudut pandangmu. Ubah pola pikir yang selama ini kamu terapkan. Coba saja ganti dengan melihat dari kacamata para konsumen. Pahami apa yang sebenarnya mereka butuhkan dan inginkan.
Bahkan, kamu bisa memberikan tester kepada saudara atau teman-teman. Minta mereka mereview serta memberikan kritik dan saran atas produk atau jasa yang kamu berikan. Tarik kesimpulan dan jadikan masukan mereka untuk mengembangkan bisnismu.




4. Anggap saja setiap kegagalan yang ada sebagai hadiah. Hadiah yang berisi pelajaran untuk memperkaya ide demi mengembangkan bisnismu ke depan.

Kegagalan merupakan suatu hal yang biasa dan wajar adanya. Dari sekian banyak orang sukses yang namanya kita kenal sudah banyak mengalami kegagalan sebelum akhirnya sukses seperti sekarang ini. Kini, mungkin kamu juga sedang dihajar dengan kegagalan yang bertubi-tubi. Namun, tahukah kamu bahwa setelah kegagalan usai kamu cecap, selalu ada keberhasilan yang menunggu untuk kamu jemput?
Ubah pola pikirmu mulai sekarang. Tak usah pesimis dan menganggap segala kegagalan yang kamu dapatkan sebagai musibah. Anggap saja kegagalan yang kamu terima adalah suatu hadiah. Toh, dari serangkaian kegagalan kamu akan mendapatkan pelajaran ‘kan?

5. Kembangkan pergaulan supaya kamu makin punya banyak relasi. Siapa tahu lewat mereka kamu bisa menjemput rezeki.

Relasi tentu merupakan unsur yang penting ketika kamu memutuskan untuk terjun di dunia usaha. Ketika bisnismu mandeg di tengah jalan mungkin hal ini dikarenakan kamu tak punya cukup banyak relasi. Coba saja kamu ikut ke dalam berbagai komunitas yang memang ada kaitannya dengan bisnis yang kamu jalani. Jangan enggan juga untuk kembali menjalin hubungan baik dengan kawan yang telah lama putus kontak. Siapa tahu dari mereka-mereka ini jalanmu menjemput rezeki justru kian lapang.

6. Jangan malu untuk bertanya dan memiliki mentor. Ada orang yang membimbing akan membuatmu makin percaya diri dan tak gegabah ke depannya.

Selain modal yang harus dimiliki, kamu juga harus mengadopsi sifat yang selalu ingin belajar. Dengan sifat ini kamu bisa survive ketika dihadapkan dengan kondisi bisnis yang sedang macet. Sifat selalu ingin belajar membuatmu selalu ingin bertanya kepada relasi maupun konsumen. Cari juga sosok pengusaha yang memang bisa dijadikan sebagai seorang mentor. Dengan begini kamu jadi makin tahu apa yang perlu diperbaiki dan dipertahankan dari usahamu.

7. Tidak ada kesuksesan yang datang secara cuma-cuma. Tanamkan dalam kepala bahwa usaha dan keringat yang terperas sekarang ini akan mendatangkan keberhasilan suatu hari nanti.

Kesuksesan tak ada yang bersifat instan. Kamu harus berjuang hingga titik darah penghabisan supaya bisa mencicipi kesuksesan. Tentu saja kerajaan bisnis yang kamu bangun tak hanya butuh waktu semalam supaya bisa berkembang pesat. Kamu butuh malam-malam lainnya supaya usahamu bisa mencapai puncak kesuksesan.
Tanamkan pemahaman bahwa keringat dan usaha yang sudah kamu peras sekarang ini pasti akan terbayar lunas suatu saat nanti. Selalu ingatkan dirimu bahwa berhenti sekarang justru akan membuatmu merugi karena kamu sudah setengah jalan meniti tangga kesuksesan.
Hapus rasa kecewa dan berhenti merapal keluhan, ini waktunya kamu bangkit untuk menjemput kesuksesan!

www.tdamedan.org

7 Cara Sederhana ini Layak Kamu Coba! Dijamin Kamu Bakal Mudah Untuk Mendapatkan Modal Usaha

Banyak anak muda yang ingin menunjukkan tajinya dengan terjun ke dunia usaha. Mereka berlomba-lomba ingin menjadi pengusaha sejati dan bisa sukses dengan jerih payah sendiri. Namun terkadang impian besar ini terbentur sedikitnya modal yang dipunyai. Jika sudah begini rasa-rasanya keinginan untuk menjadi pebisnis muda pun hanya sebatas mimpi.

Padahal sebenarnya ada berbagai cara yang bisa kamu lakukan untuk bisa mendapatkan modal usaha. Penasaran apa saja? Yuk, simak penjabarannya..

Berkomitmenlah pada diri sendiri untuk menyisihkan 20% dari gaji. Uang yang terkumpul bisa dijadikan modal untuk merintis bisnis sendiri.

Tak perlu terburu-buru untuk mewujudkan mimpi menjadi seorang pebisnis sejati. Justru dengan memiliki waktu yang lumayan panjang kamu bisa mempersiapkan segala sesuatunya secara lebih matang. Mulai dari konsep yang sudah terpeta sempurna hingga modal awal yang harus tersedia.
Untuk bisa memiliki modal awal, kamu bisa kok mengumpulkannya dari uang gaji yang kamu terima tiap bulan. Buat komitmen pada diri sendiri untuk tak lagi menghamburkan uang demi hal yang tak perlu. Disiplinkan diri juga untuk menyisihkan 20% dari uang gaji yang kamu terima. Dijamin dalam jangka waktu beberapa tahun kamu sudah memiliki modal yang cukup untuk mendirikan bisnis rintisan sendiri.

Patungan dengan kawan yang memang bisa diajak bekerja sama. Beban modal jadi lebih ringan karena ditanggung bersama.

Apabila modal awal yang dibutuhkan untuk mendirikan usaha sendiri lumayan besar, kamu bisa kok mengajak kawan untuk bermitra. Ajak saja kawan untuk patungan demi mengumpulkan modal awal bersama. Selain memiliki kawan sebagai mitra bisnis dan diajak patungan modal awal, bukan tak mungkin bebanmu ke depan jadi terasa lebih mudah karena segalanya akan ditanggung bersama.
Sebagai catatan, carilah kawan yang memang senang bekerja keras dan bertanggung jawab. Sehingga, nantinya dia benar-benar bisa diajak bekerja secara profesional dan bisnis kalian bukan hanya untuk ajang main-main saja.

Tak perlu malu untuk meminjam modal pada orangtua. Kamu bisa menggantinya dengan keuntungan yang bakal kamu dapat nantinya.

Selain mengumpulkan modal dari uang gaji dan mengajak kawan untuk bermitra, kamu juga bisa kok meminjam dana pada orangtua. Tak perlu malu, justru mereka adalah investor yang paling setia. Selain lebih aman karena tak memiliki bunga dan tak perlu menyerahkan jaminan. Meminjam uang pada orangtua juga akan meringankan bebanmu, kamu bisa menggantinya dengan keuntungan yang bakal kamu dapatkan nantinya dengan sistem cicilan.

Jual barang yang sudah tak terpakai lagi, hasilnya lumayan untuk tambahan dana usaha.

Menyisihkan uang saja tak cukup supaya modalmu bisa makin banyak terkumpul. Kamu juga bisa mendapatkan tambahan modal dengan menjual barang-barang yang tak perlu. Menjual barang-barang lamamu tak hanya akan membantu membersihkan rumah namun kamu juga jadi mendapat tambahan uang.
Bila perlu buka juga deposito di bank, dengan begini uang yang memang diperuntukkan untuk modal usaha bisa disimpan di sini. Uang yang terkumpul pun tak akan bisa seenaknya diambil karena memiliki jangka waktu tertentu.

Cari tambahan modal dari crowdfunding. Bermodal internet saja kamu dengan mudah bisa menghasilkan dana usaha.

Sekarang ini kamu bisa mendapatkan suntikan modal dari mana saja. Bahkan berbekal internet dan laptop pun bisa kamu lakoni demi menggaet para calon sponsor. Lewat cara ini kamu bisa menghemat waktu dan tenaga karena kamu hanya perlu mempublikasikan link proyekmu. Di Indonesia sendiri ada beberapa website crowdfunding yang bisa kamu coba, seperti kitabisawujudkan, dan crowdtivate. Jangan lupa juga untuk membuatnya tampak menawan sehingga banyak para calon sponsor tertarik untuk menyuntikkan modal.

Putar otak dan cari usaha yang tak perlu modal awal. Berbisnis dengan sistem dropshippun layak dijadikan pilihan!

Tak semua bisnis membutuhkan modal besar. Apabila sekarang ini dana yang kamu punya pas-pasan, kamu bisa memutar otak untuk mencari bisnis dengan modal awal yang kecil. Bahkan, ada kok jenis usaha yang bisa kamu mulai dengan 0 rupiah. Berbisnis dengan sistem dropship layak dijadikan pilihan.
Kamu tak perlu menyediakan modal untuk menjalani bisnis ini. Kamu hanya bertugas menyalurkan barang dari tangan pertama kepada para reseller ataupun konsumen. Jangan memandang sebelah mata dulu pada jenis usaha satu ini, karena kamu bisa mengantongi untung hingga 50% per itemnya. Menggiurkan bukan?

Sering-sering saja datang ke acara seminar. Selain menambah wawasan dan relasi, siapa tahu ada yang mau menyuntikkan modal besar.

Rajin-rajin mengikuti banyak event serta seminar harus dilakukan sebagai seorang pebisnis pemula. Bertemu dengan banyak orang, kolega, serta senior dalam berbisnis tentu akan memberikan banyak manfaat bagimu. Tak hanya mampu memetik ilmu dari mereka, kamu juga bisa sharing demi mendapat masukan serta saran yang membangun.
Selain itu, datang ke banyak acara yang berhubungan dengan bisnismu tentu akan membuka kesempatan baik untuk penambahan modal usahamu, Bukan tak mungkin ada di antara mereka yang bersedia menyuntikkan modal besar di bisnis yang akan kamu geluti nanti.
Jadi, sudah siapkah kamu untuk mengumpulkan modal usaha demi menggeluti bisnis sendiri?

www.tdamedan.org

7 Kesalahan yang Sering Dialami oleh Pebisnis Pemula. Pastikan Kamu Tak Perlu Mengalaminya!

Terkadang keinginan menggebu-gebu untuk bisa terjun dan berhasil di dunia usaha sering membuat kita lupa. Kita sering meremehkan hal-hal sederhana yang sebenarnya justru bisa menjadi bumerang di kemudian hari. Hal yang tak kita pertimbangkan dengan matang inilah yang kemudian justru bisa menjadi penyebab utama hancurnya bisnis yang sedang susah payah dirintis.
Supaya kamu tak mengulangi kesalahan para pebisnis pemula, sebaiknya kamu ingat baik-baik 7 hal ini di kepala!

Semangatmu besar tapi modalmu pas-pasan. Jika tak diatur dengan baik, kekurangan modal bisa jadi beban

Terkadang memang keinginan, semangat, serta mental baja saja tak cukup untuk dijadikan bekal sebagai seorang pengusaha. Mau tak mau kamu harus berpikir realistis. Untuk bisa menggeluti dunia bisnis, kamu harus memiliki modal yang cukup digunakan sebagai pijakan awal. Ibarat pondasi, maka modal juga tak bisa disepelekan dan dipandang sebelah mata.
Optimis bisnismu akan berhasil tentu boleh saja, namun tetaplah berpijak pada bumi. Jangan sampai keoptimisanmu ini justru akan melahap dan menjatuhkanmu. Hindari sikap yang mengesampingkan masalah modal. Karena modal merupakan amunisi utama yang harus dimiliki. Sehingga tak akan ada masalah mengenai utang piutang yang menjerat di akhir hari.

Dana dari investor malah kamu gunakan dengan “longgar.” Padahal suntikan modal ini adalah pinjaman yang kelak harus dikembalikan

Selain modal sendiri, terkadang kita juga bisa mendapatkan investor yang mau menyuntikkan dananya di bisnis yang akan kita rintis ini. Namun kamu juga perlu waspada dengan hal ini. Jika tak mampu memanagenya, bisa-bisa dana yang digelontorkan oleh mereka bisa habis seketika. Fokuskan dana yang ada untuk memenuhi kebutuhan primer dari usaha yang akan kamu dirikan.
Jangan merasa ini merupakan uangmu sehingga kamu bebas menghamburkannya. Selalu ingat bahwa di akhir hari investor akan meminta pertanggungjawaban dan serta mereka mengharapkan keuntungan dari bisnismu.

“Jalani saja lah” — jadi sumbu utama bisnismu. Kamu lupa, riset pasar dengan holistik lah yang mampu menyelamatkanmu

Selain modal, amunisi kedua yang harus dimiliki adalah riset pasar serta menyiapkan stretegi yang mumpuni. Sedari awal kamu harus melakukan riset pasar secara lebih mendalam. Jangan sampai kamu asal terjun ke dalam dunia usaha baru meriset pasar belakangan. Ini sama saja kamu memasuki hutan belantara tanpa ada kompas, tak mengetahui arah pasti yang dituju. Riset pasar akan membantu bisnismu lebih berkembang karena kamu memiliki sasaran yang sudah jelas.


Selain riset pasar yang harus dimatangkan, kamu juga perlu membekali diri dengan strategi yang matang. Siapkan rencana dari A sampai Z. Rencana yang sudah disusun dengan penuh perhitungan akan memudahkanmu untuk tidak stuck dan berhenti di tempat hingga akhirnya memilih untuk gulung tikar. Ibarat sebuah senjata, riset pasar dan rencana merupakan selongsong peluru yang membuat bisnismu tetap bernyawa.

Fokusmu cuma keuntungan. Profit membutakan matamu dari kemungkinan ancaman yang datang

Seringnya para pebisnis pemula memutuskan untuk menggeluti bidang bisnis tersebut karena merasa tergiur dengan keuntungan yang bisa dikeruk. Alhasil mereka tak peduli pada proses karena hanya terpancang pada hasil akhir saja. Hal inilah yang dapat menimbulkan masalah di kemudian hari. Hanya terfokus pada hasil akhir, mereka tak menyadari bahwa butuh proses panjang serta resiko yang sering muncul tanpa peringatan.

Saat selera pasar berubah, kamu masih saja enggan pindah. Kalau begini ya siap-siap saja harus mengikhlaskan bisnis yang dibangun susah payah

Selain tergiur dengan keuntungan yang besar, kebanyakan para pebisnis pemula juga enggan merasakan jatuh bangun perjuangan. Mereka berpendapat bahwa bisnis dapat digeluti dengan mudah. Padahal, untuk menjadi seorang pengusaha sukses kita dituntut untuk tak hanya berpangku tangan saja.
Kita harus mengikuti selera pasar dan ulet mencoba ragam cara supaya selalu bisa unggul di bidangnya. Enggan membuka pikiran, berpangku tangan, dan tak mau menghadapi perubahan pada akhirnya hanya akan menyebabkan bisnismu jalan di tempat saja dan tak berkembang.

Merekrut teman hanya karena berbisnis bersama mereka nampaknya asyik, padahal belum tentu mereka bisa jadi partner bisnis yang baik.

Memang tak bisa dipungkiri untuk mempermudah kerja ketika mendirikan usaha, kita sering mengajak beberapa kawan untuk berbisnis bersama. Selain bisa patungan modal awal, kita merasa bahwa kawan yang diajak berbisnis pasti akan asyik karena kita sudah mengenal mereka. Padahal, hal ini tentu saja tak bisa dijadikan acuan.
Justru karena sudah mengenal mereka, kamu atau dia bisa jadi saling merasa sungkan untuk menegur ketika hasil kerja mereka tak memuaskan. Bahkan, bukan tak mungkin hubungan kalian maupun bisnis yang sedang dirintis harus dikorbankan ketika ada permasalahan yang sedang dihadapi. Tentu boleh saja jika ingin mengajak beberapa kawan untuk bergabung, namun jangan lupa untuk tetap bersikap profesional ketika bekerja. Ajak juga mereka yang benar-benar bisa diajak berpikir dan bekerja sama.

Seperti headlamp yang menemani perjalanan berliku, visi dan misi yang jelas jadi guideline bisnis barumu. Asal punya 2 hal itu, bisnis impian tak akan tergerus waktu

Di akhir hari, matangkan kembali visi dan misi yang dimiliki. Petakan secara terperinci apa tujuan bisnismu, target pasar, serta strategi yang harus dilakoni. Jangan hanya terpancang pada untung yang bisa didapatkan. Tetaplah waspada dan jangan menyerah ketika dihadapkan dengan beberapa tantangan, karena hal inilah pemicu gulung tikarnya bisnis yang sedang dirintis.
Jadi, siapkah kamu terjun ke dalam dunia usaha tanpa melakukan kesalahan para pemula?

www.tdamedan.org

Ingin Jadi Pengusaha Tapi Bingung Mulai Darimana? 9 Cara Ini Langkah Awalnya!


Jangan sampai niat dan semangat yang sudah kamu punya padam seketika hanya karena tak tahu harus menggeluti bisnis apa.

Aduh, pingin banget nih jadi pengusaha muda. Tapi masih bingung nih, enaknya bisnis apa ya? Hmm…

Apakah kamu sering berpikir seperti itu? Ingin sekali terjun ke dunia bisnis, namun tidak tahu jenis usaha apa yang akan dipilih. Jadi seorang pengusaha memang susah-susah gampang. Niat saja kurang cukup untuk mengembangkan bisnis yang profitable. Modal uang penting, tapi ide dan rencana bisnis lebih penting lagi.

1. Buat daftar minat pribadi beserta hobi, siapa tahu dari sini kamu bisa dengan mudah mendapat inspirasi.

Sebagai langkah awal yang tergolong paling mudah, kamu bisa membuat list sederhana mengenai hal-hal yang menarik minat beserta dengan hobimu pribadi. Dari hal yang kamu tuliskan, kamu bisa mengembangkan menjadi cabang-cabang bisnis yang sangat mungkin untuk digeluti.


Misalnya saja jika kamu gemar memasak, kamu bisa membuka bisnis katering atau menerima pesanan kue cupcake. Bahkan, hobi melihat pertandingan bola dan mengoleksi pernak-pernik klub bola kesayangan pun bisa dikembangkan menjadi bisnis mandiri. Jual saja segala macam pernak-pernik original dari klub bola yang tak bisa ditemukan di toko kebanyakan. Menggeluti bidang usaha yang kamu cintai akan membuatmu makin ringan menjalaninya.

2. Ajak teman-teman terdekatmu untuk bertukar pendapat. Tak hanya mendapat masukan ide, siapa tahu usaha bersama juga bisa kalian dirikan.

Selain berusaha mencari ide sendiri, kamu bisa bertukar pikiran bersama dengan para kawan. Siapa tahu beragam pendapat mereka bisa digabungkan dan akan menghasilkan ide unik untuk berbisnis. Selain mendapat ide yang tak biasa, kamu dan para kawan pun justru bisa bekerja sama untuk mendirikan usaha gabungan. Toh, di usia yang masih muda ini kamu bebas mencoba beragam usaha semaumu. Tak perlu terjun ke dunia usaha seorang diri, bebanmu pun justru akan terasa ringan karena ditanggung bersama kawan.

3. Kamu juga bisa bertemu orang baru dengan bergabung di komunitas tertentu. Siapa tahu perbincangan bersama mereka bisa menghadirkan ide bisnis di kepala.

Selain mengajak para kawan untuk brainstorming, kamu juga bisa memperluas jaringan dengan bertemu dengan banyak orang baru. Bergabunglah dengan berbagai komunitas dan juga ikuti ragam seminar. Bahkan, kamu bisa menjalin kembali komunikasi dengan kawan lama. Siapa tahu dari mereka kamu bisa mendapat banyak ide usaha.


4. Cermati modal yang kamu miliki. Sehingga kamu bisa menyesuaikan modal dengan bidang bisnis yang akan digeluti.

Selain menuangkan ide yang ada di kepala dan meminta saran dari para kawan, kamu juga bisa mencari tahu bisnis yang tepat dari besaran modal yang dipunyai. Dengan mengetahui secara pasti modal yang dimiliki, kamu jadi semakin mudah untuk menentukan jenis usaha yang akan kamu geluti. Sehingga nantinya kamu tak akan kelimpungan mencari uang demi menekuni bisnis impian.

5. Buat analisis sederhana mengenai calon target market-mu. Kamu jadi tahu apakah bisnis yang akan kamu jalani ini bisa berhasil atau tidak melalui target pasarmu.

Setelah membuat daftar hobi demi memperoleh ide, selanjutnya kamu bisa membuat analisis sederhana untuk mengetahui apakah bisnis yang akan kamu tekuni ini bisa berjalan baik atau tidak. Buat saja pemetaan sederhana mengenai siapa saja sasaran dari bisnismu ini. Dari mulai gender, usia, hingga berasal dari kalangan mana. Semakin luas cakupannya, potensi kesuksesan bisnismu juga kian besar.

6. Cari ide yang berhasil dari kota hingga negara lain. Jika tergolong masih unik dan segar, kompetitor pun masih jarang.

Ide bisnis bisa kamu peroleh dari mana saja. Kamu bisa mengadakan survei sederhana mengenai bisnis yang laku keras di luar kota hingga luar negeri. Jika memang ide tersebut masih unik dan segar serta belum ada di kotamu, tak salah kok jika kamu menjadi orang pertama yang mengembangkannya. Toh, dengan begini kamu justru belum memiliki kompetitor di bidangnya.

7. Lihat bisnis yang paling berhasil di kotamu. Kemudian kembangkan bisnismu dengan keunikan yang baru.

Selain mencari ide bisnis dari luar kota maupun luar negeri, kamu bisa menengok bisnis yang sudah berhasil di kota sendiri. Jenis bisnis yang paling berhasil di kotamu bisa dijadikan acuan. Kamu bisa mengembangkannya dengan keunikan yang baru. Dengan begini, dijamin calon konsumen akan tertarik untuk mencoba.

8. Perhitungkan juga waktu luang yg kamu miliki. Jika hanya menjadikan bisnis ini sebagai sambilan, reseller hingga dropshipper pun layak dijadikan pilihan.

Selain menilik dari sisi modal, kamu juga bisa memperhitungkan waktu luang yang kamu miliki. Jika memang kamu akan memfokuskan diri pada bisnis, maka kamu dapat menjajal jenis usaha yang memang menyedot banyak waktu. Namun, apabila kamu melakoni usaha ini sembari bekerja, maka kamu bisa mencari jenis usaha yang sifatnya ringan saja. Misalnya saja menjadi reseller atau dropshipper.

9. Yakini saja bahwa bisnis yang akan kamu geluti pasti akan mendatangkan rejeki — seterjal apapun jalan yang sekarang sedang ditapaki.

Memang terkadang jatuh bangun dalam menggeluti bisnis bisa menyurutkan niat yang dimiliki oleh seorang pengusaha. Ketika hal ini sedang dialami, jangan cepat patah arang dan memilih untuk menyerah. Yakini saja bahwa bisnis yang sekarang sedang kamu titi ini ke depannya bisa berkembang makin luas jika kamu bersungguh-sungguh dan tak mudah putus asa.
Terus semangat ya calon pengusaha! Di mana ada niat, di situ pasti ada jalan kok!

www.tdamedan.org

Minggu, 20 September 2015

CARA Mengubah Nama Atau Username Akun Gmail

Mengubah nama atau username akun gmail ternyata sangat mudah. Setelah blusukan kesana kemari, tetap saja belum bisa edit nama profil gmail. Padahal caranya sama dengan mengubah atau Mengganti Nama Profil Google+.

Caranya mudah, saya menggunakan Firefox pilih nama profil dan klik tinggal ganti. Berikut tutorial lengkap mengganti nama akun di gmail / google plus:

CatatanBila mengubah nama di Google+, maka nama di semua produk Google juga ikut berubah.

Android
  • Buka  aplikasi Google+ > Sentuh foto Anda di bagian atas layar.
  • Sentuh  ikon/tombol menu > Edit nama.
  • Masukkan nama yang diinginkan > sentuh Simpan di sudut kanan atas
Desktop
  • Buka Google+ dan pilih  Profil dari menu tarik-turun di sudut kiri atas.
  • Klik nama Anda, lalu masukkan nama yang diinginkan.
  • Klik Simpan di sudut kanan bawah.
iOS
  • Buka  aplikasi Google+ > sentuh  ikon menu di sudut kiri atas.
  • Sentuh nama Anda di bagian atas layar.
  • Sentuh  ikon roda gigi di sudut kanan atas > Edit nama.
  • Masukkan nama yang diinginkan > sentuh Simpan di sudut kanan atas.
Web Seluler
Untuk saat ini masih belum bisa. Jika mau mengganti username profil G+, maka sobat harus memakai aplikasinya terlebih dulu atau harus melalui desktop. 




#khalifahtraveling

Senin, 29 Desember 2014

Tinjauan Syariat Terhadap Jual-Beli Kredit

Di zaman yang serba canggih ini perkembangan sistem ekonomi sudah sangat pesat. Beragam sistem ditawarkan oleh para niagawan untuk bersaing menggaet hati para pelanggan. Seorang niagawan muslim yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan dunia sudah semestinya cerdik dan senantiasa menganalisa fenomena yang ada agar mengetahui bagaimana pandangan syariat terhadap transaksi ini. Dengan demikian tidak mudah terjerumus ke dalam larangan-Nya.
Di antara sistem yang saat ini terus dikembangkan adalah sistem kredit, yaitu cara menjual barang dengan pembayaran secara tidak tunai (pembayaran ditangguhkan atau diangsur).1
Di dalam ilmu fikih, akad jual beli ini lebih familiar dengan istilah jual beli taqsith (التَقْسيـْط). Secara bahasa, taqsith itu sendiri berarti membagi atau menjadikan sesuatu beberapa bagian.
Meskipun sistem ini adalah sistem klasik, namun terbukti hingga kini masih menjadi trik yang sangat jitu untuk menjaring pasar, bahkan sistem ini terus-menerus dikembangkan dengan berbagai modifikasi.

Hukum Jual-Beli dengan Sistem Kredit

Secara umum, jual beli dengan sistem kredit diperbolehkan oleh syariat. Hal ini berdasarkan pada beberapa dalil, di antaranya adalah:
1. Firman Allah Ta’ala:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya.” (QS. Al Baqarah : 282)
Ayat di atas adalah dalil bolehnya akad hutang-piutang, sedangkan akad kredit merupakan salah satu bentuk hutang, sehingga keumuman ayat di atas bisa menjadi dasar bolehnya akad kredit.
2. Hadis ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha,
beliau mengatakan,
اشْتَرَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ يَهُودِيٍّ طَعَامًا بِنَسِيئَةٍ، وَرَهَنَهُ دِرْعَهُ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membeli sebagian bahan makanan dari seorang yahudi dengan pembayaran dihutang dan beliau juga menggadaikan perisai kepadanya.” (HR. Bukhari:2096 dan Muslim: 1603)
Dalam hadis ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membeli bahan makanan dengan sistem pembayaran dihutang, itulah hakikat kredit.

Rambu-Rambu Kredit

Meskipun pada dasarnya jual-beli kredit adalah diperbolehkan, akan tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi praktisi jual beli kredit. Di antaranya adalah:
1. Obyek jual beli bukan komoditi ribawi yang sejenis dengan alat tukar
Sebagaimana sudah ma’ruf bahwa para ulama membagi komoditi ribawi menjadi dua kelompok. kelompok pertama adalah kategori barang yang menjadi alat tukar atau standar harga, seperti; emas, perak, uang, dll. Dan kelompok yang kedua adalah kategori bahan makanan pokok yang tahan lama, seperti; gandum, kurma, beras, dll.
Hal yang perlu diketahui bahwa akad barter atau jual beli antara dua komoditi ribawi yang masih dalam satu kelompok (misalkan emas dengan uang, atau gandum dengan kurma) harus dilakukan secara tunai. Artinya tidak boleh ada kredit di dalamnya (harus kontan) agar tidak terjadi praktik riba nasi’ah.
Dasarnya adalah hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,
الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ رباً إلا مِثْلًا بِمِثْلٍ ويَدًا بِيَدٍ فَإِذَا اخْتَلَفَتْ هَذِهِ الْأَصْنَافُ فَبِيعُوا كَيْفَ شِئْتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيَد
Menukarkan emas dengan emas, perak dengan perak, gandum burr dengan gandum burr, gandum sya’ir dengan gandum sya’ir, kurma dengan kurma dan garam dengan garam adalah termasuk akad riba, kecuali dengan dua syarat:
  1. sama ukurannya
  2. dan dilakukan secara tunai (cash)
Namun, Jika jenisnya berbeda (dan masih dalam satu kelompok) maka tukarlah sekehendakmu dengan satu syarat, yaitu harus diserahkan secara tunai” (HR Muslim).
Konsekuensi dari penjelasan di atas, maka tidak diperbolehkan jual beli uang, valas, emas atau alat tukar sejenisnya dengan cara kredit.
2. Hindari penundaan serah terima barang
Di dalam akad kredit tidak boleh ada penundaan serah terima barang. Sebab hal itu merupakan praktik jual beli hutang dengan hutang. Artinya, barang masih berada dalam tanggungan penjual dan uang pun juga masih berada dalam tanggungan pembeli.
Inilah praktik jual beli dain bid dain yang disepakati keharamannya oleh para ulama. Sebagaimana dinukilkan oleh Ibnu Qudamah dalam kitab beliau, Al-Mughni2.
Diriwayatkan di dalam sebuah hadis dari Ibnu ‘Umar mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang jual beli hutang dengan hutang.” (HR. Hakim: 2343)
Imam Al Hakim menilai hadis ini sebagai hadis yang shohih sesuai syarat Muslim, akan tetapi kebanyakan ulama menilai hadis ini sebagai hadis yang lemah, tidak bisa dijadikan dalil3. Meskipun demikian mereka bersepakat untuk menerima maknanya. Sebagaimana perkataan Ibnul Mundzir yang dinukilkan oleh Ibnu Qudamah, beliau mengatakan, “Para ahli ilmu telah bersepakat bahwa jual beli hutang dengan hutang tidak diperbolehkan. Imam Ahmad mengatakan, “Ini adalah ijma’.”4

Harga Ganda dalam Jual Beli Kredit

Di antara hal penting yang perlu kita ketahui juga adalah akad jual beli kredit dengan harga ganda. Ilustrasinya adalah sebagai berikut: Seorang penjual menawarkan barang dagangan kepada para pembeli dengan beberapa penawaran harga. Jika dibayar secara kontan maka harganya sekian rupiah (satu juta misalnya), akan tetapi jika dibayar secara kredit maka harganya sekian (dua juta misalnya), dst.
Kenyataannya praktik semacam inilah yang banyak berkembang di dalam jual beli kredit. Oleh karena itu penting kiranya kita mengetahui tinjauan syariat terhadap sistem perniagaan seperti ini.
Para ulama berbeda pendapat dalam menyikapi transaksi seperti ini. Mayoritas para ulama membolehkan praktik jual beli kredit semacam ini, dengan catatan sudah terjadi kesepakatan harga antara penjual dan pembeli sebelum mereka berpisah. Artinya pembeli sudah menentukan pilihan harga dan pihak penjual juga sudah menyepakati hal itu.
Pendapat ini berdasarkan kaidah dalam muamalah bahwa hukum asal setiap perniagaan adalah halal. Sebagaimana ditegaskan oleh Allah ta’ala dalam firman-Nya,
وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا
Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al Baqarah: 275)
Oleh karena itu selama tidak ada dalil yang valid nan tegas yang mengharamkan praktik semacam ini, maka perniagaan tersebut halal atau boleh dilakukan.
Dan sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa akad jual beli seperti ini tidak boleh5. Pendapat ini didukung oleh sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
نَهَى النَّبِيُّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – عَنْ بَيْعَتَيْنِ فِي بَيْعَةٍ
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang dual transaksi dalam satu jual beli.” (HR. Tirmidzi: 3/1290 dan Nasai: 7/296)6
Pendapat inilah yang dipegang oleh Imam An Nasa’i. Beliau membuat sebuah judul bab “Transaksi Ganda dalam jual beli” (بيعتين في بيعة) kemudian beliau mengatakan, “Yaitu perkataan seseorang, ‘saya jual dagangan ini seharga seratus dirham cash/tunai, dan dua ratus dirham secara kredit.”

Pendapat yang Lebih Kuat

Perbedaan pendapat ini didasari atas perbedaan mereka dalam memahami konteks hadits ini. Ulama yang memperbolehkan transaksi ini, mereka berpendapat bahwa transaksi tersebut (kredit dengan harga ganda) bukanlah transaksi yang dimaksud dalam hadits Abu Hurairah di atas. Sedangkan pendapat ke dua yang mengharamkan transaksi ini, mereka berpendapat bahwa transaksi kredit adalah contoh riil dari hadis di atas.
Pendapat yang lebih kuat -wallahu a’lam- adalah pendapat yang pertama yang mengatakan bolehnya transaksi seperti ini. Sebab penafsiran yang lebih tepat sebagaimana disampaikan oleh Ibnul Qayyim dan yang lainnya7, bahwa makna hadits ini ialah larangan dari jual beli sistem ‘inah. Yaitu seseorang menjual kepada orang lain suatu barang dengan pembayaran dihutang dengan syarat sang penjual membelinya kembali dengan harga yang lebih mahal secara kredit.
Pendapat ini dikuatkan dengan beberapa alasan:
  1. Pada hakikatnya di dalam kasus jual beli di atas tidak terjadi dua transaksi, sebab meskipun ada variasi harga akan tetapi sang pembeli hanya memilih salah satu harga saja. Itu artinya harga yang disepakati oleh penjual dan pembeli hanya satu saja, bukan ganda. Sedangkan yang dilarang di dalam hadis di atas adalah jual beli dengan akad ganda.
  2. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
    مَنْ أَسْلَفَ فِي شَيءٍ فَليُسْلِفْ فِي كَيْلٍ مَعْلُومٍ وَوَزنٍ مَعْلُومٍ إِلَى أَجَلٍ مَعْلُومٍ
    Barang siapa yang membeli dengan cara memesan (salam), hendaknya ia memesan dengan takaran serta timbangan yang jelas dan hingga batas waktu yang jelas pula.” (HR. Bukhari: 2240 dan Muslim: 1604)Hadis di atas menunjukan bolehnya akad salam (akad pemesanan). Sebagaimana dalam akad salam diperbolehkan mengakhirkan penyerahan barang dengan syarat pembayaran kontan serta ukuran dan waktu penyerahannya jelas, maka boleh juga dalam akad kredit mengakhirkan penyerahan uang dengan syarat peyerahan barang secara kontan serta nominal pembayaran dan waktu pembayarannya jelas.

Catatan Penting

Ada beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan dalam akad jual beli kredit. Di antaranya adalah;
  1. Jika pembeli sudah menentukan pilihan harga, maka maka sebesar itulah jumlah uang yang berhak di ambil oleh penjual. Pihak penjual tidak berhak untuk mengambil lebih, sekalipun pembeli terlambat melunasi pembayaran.
    Misalnya, “A” membeli barang kepada pihak “B” dengan harga 10 juta dibayar kredit selama satu tahun. Jika ternyata pihak “A”tidak mampu melunasi dalam tempo satu tahun, maka pihak “B” tidak berhak menaikkan harga yang telah disepakati.
  2. Jika barang sudah berada di tangan pembeli dan kesepakatan harga juga sudah disetujui, maka barang dagangan resmi menjadi milik pembeli. Dengan demikian, penjual tidak berhak menyita atau menarik kembali barang dagangannya meskipun uang cicilan kredit belum selesai.
Demikian penjelasan singkat yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat.
**

Daftar Pustaka:
  1. As Syaukani, Muhammad. (2005). “Nailul Author”. Darul Hadis: Kaero, Mesir.
  2. Al Albani, Nasiruddin. “As Silsilah Ash Shahihah”. Darul Ma’arif: Riyadh.
  3. Badri, Arifin. Dr. (2009). “Hukum Perkreditan: Masalah dan Solusinya”. Tersedia: http://pengusahamuslim.com/hukum-perkreditan-masalah-dan-solusinya#.UzHdo3uXOSo. [21 April 2009]

1 Kamus Besar Bahasa Indonesia
 2 Al-Mughni: 3/306
3 Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan, “Para pakar hadis melemahkan hadis ini.” (Nailul Authar: 5/164-165). Syaikh Albani juga menilai hadis ini sebagai hadis dho’if (lihat Dha’if Al Jami’ : 6061)
 4 Al-Mughni: 3/306
 5 Di antara ulama yang berpendapat seperti ini adalah Imam Al Auza’I (lihat: Nailul Authar: 5/ 160) dan juga ulama-ulama yang lain, seperti; Ibnu sirin, Thawus, Sufyan Ats-Tsauri, syaikh Albani, dll. Sebagaimana dinukilkan oleh syaikh Albani tatkala mengomentari hadis no. 2326 di dalam silsilah As Shahihah.
 6 Hadis ini dihasankan oleh Imam Tirmidzi, demikian pula dihasankan oleh syaikh Albani di dalam Al-Misbah no. 2868
 7 Tahdzibus Sunan
 —
Penulis: Agus Pranowo
Pemurajaah: Ust. Misbahuz Zulam, M.H.I
 Artikel Muslim.Or.Id